Mujiardi Santoso: Pancasila, Jiwa Bangsa yang Terus Relevan di Era 2025.

menjadi agen penjaga nilai-nilai luhur Pancasila.

Nasional4166 Dilihat

 

DENPASAR,PRABUNEWS.com -1 Juni 2025 – Seluruh pelosok Tanah Air, termasuk Pulau Dewata Bali, hari ini memperingati Hari Lahir Pancasila. Di tengah semaraknya peringatan ini, Mujiardi Santoso, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPW PWDPI) Bali, menyampaikan ucapan selamat dan menegaskan kembali pentingnya Pancasila sebagai fondasi bangsa yang tak lekang oleh waktu.

 

Berbicara dari kantor PWDPI Bali di Denpasar, Mujiardi Santoso menekankan bahwa di tahun 2025, relevansi nilai-nilai Pancasila justru semakin terasa di tengah dinamika global dan tantangan domestik. “Pancasila bukan sekadar tanggal merah di kalender, melainkan jiwa yang menghidupi setiap langkah bangsa Indonesia,” ujar Mujiardi dengan nada penuh semangat. “Ia adalah rumah besar tempat kita bernaung, menjamin persatuan dalam keberagaman, dan menuntun kita menuju kemajuan yang berkeadilan.”

 

Pancasila sebagai Perekat Bangsa di Tengah Arus Informasi

Mujiardi menyoroti bagaimana di era digital 2025, di mana informasi mengalir begitu deras dan terkadang memicu polarisasi, nilai-nilai Pancasila menjadi benteng pertahanan yang krusial. “Sila Persatuan Indonesia dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia adalah pengingat bahwa di balik perbedaan opini dan kepentingan, kita adalah satu kesatuan,” jelasnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pers, untuk terus menyuarakan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai wartawan, tugas kita bukan hanya memberitakan, tetapi juga menjadi agen penjaga nilai-nilai luhur Pancasila. Kita harus mampu menyajikan informasi yang mencerahkan, mendorong dialog konstruktif, dan melawan segala bentuk disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa,” tambah Mujiardi, menegaskan peran strategis pers dalam menjaga keutuhan NKRI.

Dalam pandangan Mujiardi, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga menjadi momentum refleksi. Ia mengakui bahwa tantangan dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila masih ada, terutama di kalangan generasi muda yang mungkin lebih terpapar pengaruh global. Namun, ia optimis bahwa dengan upaya kolektif dari berbagai pihak, Pancasila akan terus mengakar kuat.

“Saya berharap, di Hari Lahir Pancasila 2025 ini, kita semua dapat memperbaharui komitmen kita untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup. Mari kita wujudkan setiap silanya dalam tindakan nyata, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga skala nasional,” pungkas Mujiardi. “Dengan Pancasila sebagai panduan, kita yakin Indonesia akan terus maju, sejahtera, dan menjadi bangsa yang disegani di mata dunia.”

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Bali ditandai dengan berbagai kegiatan, mulai dari upacara bendera, diskusi publik, hingga berbagai kegiatan sosial yang mengedepankan semangat gotong royong dan kebersamaan, sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Ketua DPW PWDPI Bali.

 

AR81

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *